PKB Pilih Walk Out untuk Jaga Marwah DPR

332

Jakarta– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih walk out dalam sidang paripurna pertama untuk menjaga marwah dan martabat DPR sebagai lembaga negara.

“Kita sedih, sidang paripurna pertama yang disaksikan jutaan rakyat Indonesia begitu amburadul,” cetus Sekjen DPP PKB M Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (2/9/2014).

Dia merinci amburadulnya tatanan dimulai dari pimpinan sidang yang tidak kapabel, agenda tidak jelas, hak anggota untuk bicara diabaikan, tatib yang belum disahkan, hingga mikrofon yang mati sehingga bikin ricuh.

“Kita prihatin, pelantikan DPR baru yang kemarin pagi berlangsung hidmat diakhiri dengan pemaksaan dan diktator mayoritas. Jujur harus dikatakan bahwa sidang paripurna pertama dinihari tadi tak memenuhi kelayakan sebuah sidang lembaga negara yang terhormat,” sesalnya.

Hanif menambahkan, sejak rapat konsultasi pertama kesepakatan mengenai agenda paripurna pertama tidak berhasil dicapai di antara wakil-wakil partai. Bahkan rapat konsultasi itu pun belum pernah ditutup.

“Kok bisa-bisanya dipaksakan langsung paripurna. Kita jadi bertanya kemana tradisi kebersamaan dan kearifan politik di dalam DPR sekarang? Dimana penghargaan atas minoritas politik dalam sebuah demokrasi yang elegan?” tanyanya.

Dia berharap ke depan pentas politik nasional bisa berbenah lantaran tempo hari demokrasi Indonesia sudah mengalami kemunduran karena keputusan pilkada lewat DPRD yang tak selaras dengan kehendak rakyat.

Dan tadi malam demokrasi juga dibuat makin mundur dengan tontonan tak elok yang mengabaikan aturan, meniadakan kebersamaan dan memperlihatkan kuasa diktator mayoritas.

“Kita tidak tahu bagaimana rakyat bersikap tentang hal ini nanti. Yang pasti PKB merasa perlu untuk mengkoreksi semua itu dengan jalan walk out agar marwah dan kehormatan DPR sebagai lembaga negara tetap terjaga,” tegasnya.